(Source: leilockheart, via leilockheart)
(Source: leilockheart, via leilockheart)
saya tidak suka dan tidak ingin jadi fanatis. karena fanatisme seringkali berujung pada pengurungan diri sendiri untuk bereksplorasi dan belajar dari perspektif yang lain.
saya tidak suka politik. karena politik seringkali membuat seseorang haus akan kuasa dan pengakuan yang berujung pada kosongnya hati dan nurani yang mati.
saya tidak suka rokok. karena rokok membakar uang dan kesehatan dengan percuma, serta menjadi fast pass untuk kematian bagi siapapun yang ada di sekitarnya.
saya tidak suka orang yang suka pamer dalam bentuk apapun, eksplisit maupun implisit, karena mereka memuakkan. individu-individu yang repot mencari pengakuan dan pujian. suara serta kepameran mereka seperti polusi, mengganggu. lain hal-nya dengan orang yang mengikuti pameran, bicara melalui karya nyatanya, tidak diumbar namun mengagumkan.
saya tidak suka orang yang terlalu serius atau terlalu santai. sifat terlalu di kedua sifat tersebut -menurut saya- hanya menghasilkan orang yang sangat membosankan pada akhirnya.
saya tidak suka digurui. kenapa harus menggurui bila setiap orang sama-sama belajar dan bisa membimbing melalui rangkulan dan sistem saling belajar satu sama lain.
saya tidak suka pengeluh dan tidak ingin jadi pengeluh. mengeluh tidak akan pernah menyelesaikan masalah, hanya akan memperburuk situasi. lebih baik bingung sambil tetap maju perlahan dan bertanya.
.
kenapa menulis ini, ya? tidak tahu, tapi ingin saja mengatakan ketidaksukaan saya.
bolupat? apakah itu semacam kue bolu yang enak dengan taburan keju diatasnya? ooo bukan.. bukan.. bolupat itu kepanjangan dari BOcah-LUcu-iPA-empaT. gatau dari mana asalnya nama itu, karena menurut gw temen-temen sekelas gw di ipa empat ini sungguh sangat bar-bar. bar-bar menurut gw disini salah satu contohnya adalah ketika pelajaran kosong-tutup pintu kelas-yang cowoknya buka baju-tinggal sisa boxer-yang ceweknya siap menonton aktrasi mereka-si cowokya siap membagi dua kelompok-suit-dan MAIN KUDA TOMPROK!-tiba-tiba guru masuk-dan kita masih heboh dengan kuda tomprok. hahahaha
pagi ini ketika gw lagi mengobrak-abrik notes facebook nyari notes seseorang, yang gw temui malah sebuah gambar, gambar anak bolupat yang ga pernah bisa anteng :D

dari pojok kiri atas : radityo, afdal gumay, berdiansyah, silvialestari, kurniawanto, bahrun, bernadus, indraseptian, harist, januarilham, nugrohoarif, rezaaryanto, zaki achmad,
dari tengah kiri : muhammadrifqi, muhammadronal, gamal, maharuddin, sandiyuda,hanny, hesti, listiya, yessyka, nurwahidah, listuhayu, intanirfa, ryanti, tiffany
bawah kiri : samuel, rahmajuwita, annisachika, elsha, nurfajrina, tiamulyasari, tami,azkacristy, iftahafifah, margarettamaia, cyintia, karina, zahra
Im gonna miss this! *kecupbasahdaridramaga
Aku memperjuangkannya, siapapun dia yang menemaniku disaat mendaki. Bukan ia yang menungguku di puncak.

iya bangett! haha
A: lu manggil nyokap lo ibu? ngga mama ato mami?
B: ibu dooong
emang knp klo ibu?
A: gapapa.. bagus aja kalo manggilnya ibu..
itu cuma sepenggal chat gw dengan salah satu temen gw pagi tadi.
Ibu, saya suka memanggilnya begitu, dengan sedikit tekanan pada akhiran konsonan “k”, bukan mama, bunda, mami, emak, biyung atau sebutan lain bagi induk semang manusia itu. Kalo memanggil “ibu” saja terkesan jadi pelajaran bahasa indonesia dulu sewaktu SD, “ibu” itu “ibu-nya” B-U-D-I. Ingat? I-N-I I-B-U B-U-D-I. Dan saya T-A-M-I.

By far